1 Tesalonika 2:7-9
(7)Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. (8)Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. (9)Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.
Apa yang perlu kita pelajari dari teladan Paulus dalam hal memasuki dan memenangkan hidup orang lain?
Teladan yang dapat kita pelajari dan contoh dari seorang Paulus dalam hal memenangkan jiwa ada beberapa:
1. Keberanian (1 Tesalonika 2:1-2)
(1)Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. (2)Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.
Keberanian Paulus dalam memberitakan injil suatu hal yang harus diteladani. Dimana ketika Paulus dihina dan dianiaya, karena keberaniannya, membuat paulus semakin semangat untuk mengajarkan firman. Dalam hal ini kita diingatkan lagi. Apakah kita sudah membaca firman? Apakah kita sudah membagikan firman?
2. Ajaran (1 Tesalonika 2:3-5)
(3)Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. (4)Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. (5)Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi --.
Ajaran Paulus bukan ajaran kesesatan tapi ajaran Allah. Ajaran supaya percaya kepada Allah bukan percaya kepada manusia. Sejauh mana saya percaya kepada Tuhan. Apakah hanya sekedar mengakui Yesus adalah Juruslamat? Apakah saya sudah menjalankan ajaran Yesus?
3. Gaya Hidup (1 Tesalonika 2:6-8)
(6)juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. (7)Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. (8)Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.
Paulus mengajarkan gaya hidup seorang murid yaitu, tidak mencari pujian dari manusia, berlaku ramah dan mengasihi sesama. Ayat ini menusuk kepada saya, dimana saya hanya mencari pujian manusia, supaya saya kelihatan sempurna. Saya hanya berlaku ramah hanya kepada sebagian orang saja. Lewat gaya hidup Paulus, saya diingat kembali untuk berbuat sesuai gaya hidup murid.
4. Ketekunan (1 Tesalonika 2:9)
(9)Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.
Paulus bekerja siang dan malam untuk memberitakan injil. Hal ini menunjukkan ketekunan seorang Paulus. Sudah sejauh mana saya tekun saat teduh dan doa kepada Tuhan? Seberapa banyak saya membagikan firman?
5. Iman (1 Tesalonika 2:10-12)
(10)Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. (11)Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, (12)dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.
Paulus mengajarkan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Percaya kepada Allah sama halnya kita taat akan ajaran dan kebenarannya. Seorang murid menerima Allah sebagai Guru atau Juruslamat. Seorang murid harus menerima ajaran kebenaran dan wajib sharing kepada orang lain. Karena itu kita dituntut untuk study bible supaya kita paham dan mengerti firman. Menjadi murid yang bertumbuh lewat saat teduh, doa, ministry, fellowship, sit in, PDG dan Doa bersama dan juga sharing.
Apa saja yang mungkin berhubungan dengan "bukan saja rela membagi injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri"?
Maksudnya adalah seorang murid tidak hanya membagikan firman tapi memiliki gaya hidup yang sesuai dengan firman. Berbuat dan bertindak sesuai firman baik didepan orang banyak maupun pas lagi sendiri. Saling menguatkan sesama murid dan saling support untuk pertumbuhan rohani.
Seseorang pernah berkata, "Orang takkan peduli seberapa banyak yang anda tahu sampai mereka tahu seberapa banyak anda peduli." Bagaimana anda dapat menunjukkan dapat menunjukkan kepada orang-orang non-Kristen di sekeliling anda bahwa anda benar-benar mempedulikan mereka?
Hidup seorang kristen adalah hidup sesuai ajaran kristus dan hidup sesuai gaya hidup Yesus. Dengan mengasihi sesama yang bukan kristen itu menunjukkan bahwa kita peduli akan sekeliling kita. Contoh kecil, dengan menyapa saat bertemu, dan tersenyum. Hal seperti ini sangatlah mudah untuk dilakukan. Ketika kita mau ber empati dan mau menolong tetangga yang membutuhkan pertolongan, sudah menunjukkan bentuk kepedulian kepada sesama kita.
Matius 25:31-36
(31) "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. (32)Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33)dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. (34)Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35)Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36)ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Bagaimana orang-orang Kristen di sekeliling anda berusaha untuk menjalani kutipan ini dalam hidup mereka?
Sangat jarang kita temui orang-orang kristen yang dapat melakukan yang sesuai dengan kutipan diatas. Bahkan kita untuk melakukan kebaikan aja, kita kerap kali melihat seseorang itu. Dan bahkan ketika orang lain melakukan kebaikan buat kita, kadang kala kita berpikiran buruk. Jadi realita kekristenan saat ini masih hanya sekedar prioritaskan ibadah setiap minggu tanpa mempraktikan firman itu dlm kehidupan nyata. Saya sangat tertusuk di kutipan ini.
- Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan
- Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum
- Ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan
- Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian
- Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku
- Ketika Aku didalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Beberapa hal yang luar biasa yang Tuhan lakukan dan ajatkan ke kita. Sudah sejauh mana saya melakukannya atau belum sama sekali? Ini tugas saya menjadi seorang murid.
Putuskan untuk mengunjungi seorang teman yang ingin anda kunjungi dan mintalah seorang murid Yesus lain untuk membantu anda membuat rencana.
Besok, saya berencan mau ajak salah satu sahabat saya namanya Jani untuk study bible. Saya sudah susun rencana dan kita mau berkunjung ke rumah bg Jo. Saya akan sit in dan akan selalu memberikan motivasi dan selalu mendoakannya supaya hatinya dilembutkan untuk belajar firman.
0 komentar:
Posting Komentar