Hari Ke-7 Kita Berencana, Tuhan Yang Menumbuhkan

Markus 4:26-29
(26)Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, (27)lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (28)Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. (29)Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

1 Korintus 3:5-9
(5)Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. (6)Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. (7)Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. (8)Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. (9)Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Apakah peranan kita dalam menjadikan murid?
Peranan kita dalam menjadikan murid adalah kita melakukan tugas dan bagian kita. Bagian kita adalah menyampaikan firman kepada saudara-saudara kita. Mengajaknya study bible, mendoakannya supaya seseorang yang kita ajak itu memiliki kerendahan hati dan hatinya dilembutkan. Ketika kita sudah melakukan bagian kita, dan kita harus percaya Tuhan yang akan menguatkan kita. Diingatkan kembali oleh ayat diatas bahwa tugas kita adalah menanam, Tuhan yang akan jaga pertumbuhan.

Apakah pernana Tuhan?
Peranan Tuhan adalah memberikan pertumbuhan. Ketika kita sudah melakukan tugas kita sebagai seorang murid, percayakan sama Tuhan akan berikan yang terbaik dari semua yang kita lakukan. Di ayat diatas dijelaskan, benih yang ditanam tanpa sepengetahuan kita, bibit akan bertumbuh jadi tunas dan makin tinggi sampai berbuah. Begitulah peranan Tuhan bekerja dalam hidup kita. Tanpa kita sadari Tuhan bekerja dalam hidup kita sehingga kita dapat menjalani hari demi hari.

Mengapa kita tidak pernah boleh menjadi sombong walaupun kita telah dipakai Tuhan untuk membantu seseorang datang kepada Kristus?
Karena ketika kita sombong, niatan kita bukan lagi untuk Tuhan. Sikap selalu rendah hati yang selalu kita kedepan akan membangun kerohanian kita menjadi semakin dewasa. Menjadi seorang murid harus selalu pribadi yang selalu belajar dan belajar. Belajar dari gaya hidup Kristus yang selalu rendah hati dan tidak pernah sombong.

Lihatlah kembali orang-orang dan kesempatan-kesempatan yang telah anda tuliskan minggu ini. Doakan semua itu dan serahkanlah seluruh hidup anda agar digunakan untuk membawa orang-orang lain kepada Yesus Kristus. Jika anda sulit mengundang orang, akuilah itu kepada seorang saudara dan mintalah bantuan mereka agar dapat mengatasi masalah itu. Tetapi percayalah bahwa hal itu dapat terjadi dalam hidup anda! Lihatlah kedepan untuk dapat digunakan dengan besar.

Putuskan siapa yang akan anda undang minggu depan dan bagaiman anda akan mengundangnya.
Dalam minggu ini saya lagi berusaha untuk tetap konsisten untuk mengajak orang-orabg terdekat saya, sahabat-sahabat saya. Kadang saya merasa sulit untuk dipercaya karena perbuatan tindkaan saya masih jauh dari seorang murid. Menjadi suatu hal sulit meyakinkan mereka, sementara saya aja belum sepenuhnya tindakan saya memberikan contoh baik. Namun hal itu tidak akan membuat saya putus asa. Saya selalu berdoa supaya saya dapat mengajak sahabat saya untuk study bible.  Dengan melakukan bagian saya, Tuhan akan bekerja. Tuhan yang akan melembutkan hati mereka.

Keyakinan Yang Mendalam

Share This Post

Comments

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar