Yohanes 12:20-29
(20)Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. (21)Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus." (23)Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. (24)Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (25)Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. (26)Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Perhatikan ayat 24, saat Yesus berkata bahwa telah tiba saatnya bagi Dia untuk "dimuliakan". Apa yang anda pikirkan jika anda mendengar seseorang akan segera menerima "kemuliaan"?
Mulia adalah berkedudukan tinggi, bermartabat, terhormat, luhur. Dan kemungkinan besar dia adalah raja.
Di ayat 24 kemungkinan besar Yesus membuat murid-muridNya terkejut. Ia menunjukkan bahwa cara Dia menemukan kemuliaanNya adalah dengan menjadi biji yang jatuh ke tanah itu dan mati. Kata Yesus apa yang terjadi kepada biji yang mati itu?
Biji yang jatuh ke tanah dan mati, tetapi biji itu akan menghasilkan buah. Artinya adalah biji itu akan jadi bibit yang baru dan tumbuh sehingga akan menghasilkan buah.
Bagaimana kita tahu bahwa prinsip menjadi biji yang jatuh ke tanah dan mati juga berlaku untuk kita sebagai murid-murid Yesus? Perhatikan secara khusus ayat 24. Mengapa ini adalah prinsip yang begitu menarik?
Prinsip biji yang mati akan menghasilkan banyak buah berlaku buat kita. Biji adalah hidup duniawi dan menghasilkan buah adalah hidup oleh Roh Kudus. Ketika hidup kita seperti biji adalah hidup kita sesuai dengan keinginan duniawi. Untuk menjadi hidup yang baru, kita harus siap mati/meninggalkan kehidupan duniawi supaya kita bisa hidup dengan yang penuh suka cita.
Dalam hidup anda sekarang, untuk siapa anda harus "mati" supaya orang-orang lain menjadi murid Yesus?
Dalam hidup ini saya mati hanya buat Tuhan, karna saya diciptakan oleh Tuhan dan hidup ini adalah milik Tuhan. Dalam artian saya mau taat sama Tuhan, karna Tuhan sudah berikan segalanya buat saya.
0 komentar:
Posting Komentar