Hari Ke-24 Dari Lama Ke Baru

Roma 6:1-4
(1)Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? (2)Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (3)Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? (4)Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 

Baca dan pelajarilah ayat ini dengan teliti. Setiap anda mambaca kata "kita", gantikan dengan nama anda sendiri.

Roma 6:1-4
(1)Jika demikian, apakah yang hendak lay katakan? Bolehkah lay bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? (2)Sekali-kali tidak! Bukankah lay telah mati bagi dosa, bagaimanakah lay masih dapat hidup di dalamnya? (3)Atau tidak tahukah kamu, bahwa lay semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? (4)Dengan demikian lay telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga lay akan hidup dalam hidup yang baru. 

Tuliskan beberapa hal tentang diri anda yang lama yang patut menerima kematian.
Banyak hal tentang cara hidup saya yang lama patut menerima kematian. Dan bahkan semua gaya hidup saya layak dan harus menerima kematian. Saya hampir setiap hari berbuat dosa dan bahkan hal biasa buat saya berbuat dosa.

Tuhan sudah menjadikan anda "diri yang baru". Bagaimana anda mengekspresikan diri anda yang baru kepada orang lain?
Cara saya mengekspresikan diri saya yang baru adalah dengan cara menghidupi Kristus dalam kehidupan saya. Berlaku bagaimana cara hidup seorang murid. Menunjukan kehidupan yang baik dan benar, tidak semata-mata biar terlihat saja tetapi melakukan Firman dan menjadi garam dan terang buat orang-orang sekitar. Sehingga mereka merasakan pertumbuhan saya. Mereka biaa merasakan perubahan yang ada dalam diri saya dan bisa menjadi saluran berkat dan bahkan jadi motivasi untuk mau belajar Firman.

Bagaimana mereka tahu bahwa anda baru?
Dengan cara saat teduh dan berdoa serta melakukannya, orang terdekat kita akan tahu bahwa kita itu mengalami perubahan. Dan orang lain akan merasakan indahnya kehidupan jadi murid.

Roma 6:13
Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Bagaimana anda secara khusus akan mempraktikkan ayat 13 hari ini.
Dalam ayat ini kita diingatkan untuk bersikap tegas terhadap diri sendiri. Mampu menempatkan diri. Tubuh ini dari Allah yang tujuannya adalah untuk kita pergunakan sebagai alat untuk Tuhan dan menjadi saluran berkat. Bukan untuk menjadi alat untuk melakukan dosa. Tapi bagaimana kita lebih menghargai tubuh kita sendiri dan bagaimana tubuh kita untuk melayani Tuhan dan memberikan yang terbaik buat Tuhan.

Roma 6:15-23
(15)Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! (16)Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (17)Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. (18)Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. (19)Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. (20)Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
(21)Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
(22)Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. (23)Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Pelajari ayat 15-23.

Keyakinan Yang Mendalam

Share This Post

Comments

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar