Biasanya dalam beribadah seseorang memutuskan untuk melakukan sesuatu karena apa yang mereka "pikir" menurut pandangan mereka terlihat lebih benar daripada yang sesungguhnya Firman Allah katakan.
Amsal 14:12
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Peringatan apa yang kita dapatkan?
Peringatan yang kita dapatkan dalam ayat ini adalah supaya kita lebih hati-hati dalam memilih jalan kehjidupan. Yang terlihat baik itu belum tentu benar. Yang terlihat mulus dan lurus itu belum tentu juga membawa keselamatan. Kita diingatkan untuk lebih dewasa dan berhikmat supaya kita tidak salah langkah, supaya kita tidak sesat.
1 Samuel 15:1-23
(1)Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN. (2)Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (3)Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai." (4)Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda. (5)Setelah Saul sampai ke kota orang Amalek, disuruhnyalah orang-orang menghadang di lembah. (6)Berkatalah Saul kepada orang Keni: "Berangkatlah, menjauhlah, pergilah dari tengah-tengah orang Amalek, supaya jangan kulenyapkan kamu bersama-sama dengan mereka. Bukankah kamu telah menunjukkan persahabatanmu kepada semua orang Israel, ketika mereka pergi dari Mesir?" Sesudah itu menjauhlah orang Keni dari tengah-tengah orang Amalek. (7)Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir. (8)Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang. (9)Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka. (10)Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian: (11)"Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman. (12)Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: "Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal." (13)Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN." (14)Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?" (15)Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas." (16)Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah." (17)Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? (18)TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.(19)Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?" (20)Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. (21)Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal." (22)Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. (23)Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."
Mengapa yang dilakukan Saul disalahkan?
Karena Saul berbalik dan tidak melakukan dari perintah/Firman Tuhan. Tuhan memerintahkan Saul untuk menumpas orang Amalek karena telah melakukan dosa, tetapi yang Saul lakukan adalah menyelamatkan Agag raja orang amalek dan menangkap kambing dan domba-domba.
Apa alasan yang dia ajukan untuk membenarkan dirinya?
Saul memberikan alasan untuk pembenaran dirinya, bahwa ia telah mendengarkan suara Tuhan dan mengikuti jalan yang telah disuruh Tuhan kepadanya dan dia membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah ditumpasnya. Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah, di Gilgal."
Mengapa Allah tidak menerima argumentasi Saul?
Karena argumentasi Saul adalah pembenaran akan dirinya sendiri. Saul melakukan Firman tetapi tidak dengan tuntas, hanya separuh. Tuhan berFirman untuk menumpas semua orang Amalek dan kambing dan lembu-lembunya, tetapi yang Saul lakukan menumpas rakyatnya dan menjarah kambing dan lembu-lembunya, tetapi menyelamatkan Agag.
Tuliskan beberapa contoh tentang bagaimana masalah Saul dapat terjadi pada seseorang hari ini.
Dalam kehidupan nyata, kita sangat sering mendengarkan Firman tapi tidak melakukannya sesuai perintah Firman itu. Justru kita lebih melakukan kemauan kita dibanding kemauan Tuhan. Tuhan hanya minta kita lakukan A tapi kerap kali kita melakukan A dan B. Seperti contoh kita diminta Tuhan untuk melakukan pertobatan dan melakukan yang sesuai dengan pertobatan. Tetapi yang kita lakukan adalah bertobat dan tidak melakukan yang sesuai dengan pertobatan itu dan bahkan kita esok akan melakukan dosa sama juga. Kita mendengar Firman tapi tidak melakukan secara tuntas.
Berhubungan dengan masalah Saul, sikap apa yang ingin anda miliki terhadap Firman Allah?
Saya belajar banyak dari ayat ini, Tuhan mengingatkan saya untuk tidak lebih berhikmat dan bijaksana dalam Tuhan. Ketika Tuhan meminta kita hanya melakukan sesuatu, mari kita lakukan dan selesaikan sesuai perintah itu. Sikap yang ingin saya miliki adalah sikap yang ingin selalu belajar untuk tetap mendengarkan Firman dan melakukan yang sesuai dengan Firman.
Dalam kehidupan saya, banyak hal menyimpang dari Firman Tuhan. Saya tau bahwa yang saya lakukan itu adalah dosa, tetapi saya tetap melakukannya. Lewat tulisan ini saya diingatkan dan saya belajar lagi untuk menjadi murid yang taat dan mendengarkan Firman.
0 komentar:
Posting Komentar