Tubuh kristus tidak akan menjadi "tempat sempurna" yang bebas dari masalah-masalah hubungan. Mengapa banyak masalah muncul, bahkan dalam hubungan-hubungan di dalam jemaat?
Dalam setiap kehidupan tidak ada yang mulus, pasti selalu ada masalah. Ketika ada masalah itu akan membuat kita semakin kuat dan bertumbuh. Baik dalam jemaat maupun luar jemaat. Pasti ada konflik. Namun dengan adanya konflik kita akan rekonsiliasi untuk berdamai. Lewat konflik kita akan belajar banyak hal. Mulai dari mengenal jemaat, bagaimana kita menyelesaikan masalah secara dewasa.
Bacalah dua ayat penting yang memberitahu kita bagaimana menyelesaikan masalah-masalah yang timbul di dalam jemaat.
Matius 5:23-25
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
Ingat bahwa disini Yesus mengajar orang-orang yahudi yang masih pergi ke bait Allah untuk mengorbankan korban bakaran: tetapi apakah prinsip yang diajarkan kepada kita?
Dalam ayat ini saya belajar bahwa, ketika kita mempersembahkan persembahan kita sama Tuhan, ketika kita mau menghadap Tuhan. Kita harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah kita. Berdamai terlebih dahulu. Supaya hati kita tenang. Ketika kita memiliki hati yang tenang dan damai, maka kita akan kudus dibait suci Allah.
Matius 18:15-20
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Bagaimana cara ini berbeda dengan cara kebanyakan orang mengatasi masalah dosa?
Cara cukup berbeda, jarang orang dapat melakukannya. Kadang kala kita menegur orang yang salah didepan banyak orang. Dan kita selalu mengangapnya sudah bisa menghadapi masalah. Ayat ini sangat luar biasa mengingatkan saya untuk menegur brother sister dengan cara yang benar yaitu empat mata. Karena dengan demikian tidak akan mempermalukannya dan bahkan akan lebih mudah menerima.
Mengapa langkah pertama hampir selalu berhasil?
Karena cara ini sangat simple tapi penyampainnya secara tertutup tanpa membunuh karakter atau mempermalukan. Dengan cara pendekatan personal empat mata.
Mengapa langkah kedua kadang kala diperlukan?
Karena tidak semua orang tidak selalu menerima masukan atau kritikan dari seseorang, kadang kala perlu 2 atau 3 orang yang memberikan teguran, masukan dan motivasi. Karna penyampaian dari setiap orang itu berbeda-beda.
Mengapa jemaat harus memutuskan hubungan dengan orang yang tidak mau bertobat dan mengaku dosanya?
Karena jemaat harus tinggal dan bersama-sama dengan jemaat. Kita sudah berbeda gaya kehidupan dengan yang belum bertobat. Dan kita memang harus memutuskan hubungan dengan yang belum bertobat karena itu akan bisa mempengaruhi sifat baik kita.
Buatlah suatu keputusan dalam hidup anda bahwa anda takkan mengeluh dan mengomel dibelakang orang yang bersangkutan. Putuskanlah untuk datang kepada orang tersebut dan menyelesaikan masalah dengan bantuan Tuhan.
Sejauh ini saya masih dalam proses belajar untuk tidak mengomel dan mengeluh baik di kehidupan sehari-hari maupun didalam pekerjaan. Karena ketika saya mengeluh akan menjadi tekanan sehingga menjadi beban. Saya berusaha untuk tetap hidup dalam sukacita walau banyak tekanan.
Sekarang anda
0 komentar:
Posting Komentar