Hari Ke-19 Kasih Karunia Yang Mengajar

Titus 2:11-14
(11)Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. (12)Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini (13)dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, (14)yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Bagian ini dapat diterjemahkan sebagai berikut: "kasih karunia Allah memberi kita sebuah pendidikan." Apakah tujuan Allah memberi kita kasih karuniaNya?
Tujuan Allah memberikan kita kasih karunia adalah menyelamatkan kita yang mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah dalam dunia sekarang ini.

Tuliskanlah beberapa hal yang diajarkan kasih karunia Allah untuk anda lakukan.
Beberapa hal yang diajarkan kasih karunia kepada saya:
- Karena kasih karunia saya sudah diselamatkan.
- Kasih karunia senantiasa mengajarkan saya untuk hidup dijalan benar.
- Membuat saya semakin percaya diri, karena berkat kasih karunia saya diberikan kebijaksanaan.
- Untuk saling menasihati
- Jangan menganggap rendah

Mengapa "ya" kepada kasih karunia Allah harus melalui kata "Tidak" kepada keinginan duniawi dan kejahatan?
Karena kasih karunia Allah begitu berkuasa atas kita, sementara keinginan dunia hanya membuat kesenangan sementara dan akan membuat kita jatuh dalam dosa.

Apakah masih ada sesuatu dalam hidup anda yang menurut kasih karunia Allah harus anda kaatakan "Tidak"?
Tidak ada, karena kasih karunialah saya bisa merasakan hidup yang sekarang ini. Saya telah diselamatkan.

Gunakanlah jawaban dari pertanyaan nomor 5 untuk menulis seperti berikut: "kasih karunia Allah cukup untuk membuat saya dapat berkata "Tidak" kepada keinginan duniawi"

Keyakinan Yang Mendalam

Share This Post

Comments

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar